Kamis, 20 Juni 2013

fungsi, domain, kodomain dan range



Fungsi
Fungsi adalah relasi yang menghubungkan setiap domain dengan kodomain.
1.      Domain, Kodomain, dan Range Fungsi
v  Domain adalah daerah asal suatu fungsi.
v  Kodomain adalah daerah kawan suatu fungsi.
v  Range adalah daerah kawan yang merupakan hasil relasi suatu fungsi.
2.      Korespondensi Satu-Satu
Banyak korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi dari himpunan A ke himpunan B
dengan n(A) = n(B) = n adalah n X (n - 1) X (n - 2) X … X 3 X 2 X 1 = n! (dibaca n faktorial).

Dua hal penting mengenai korespondensi satu-satu adalah:
a.       Banyak anggota dua himpunan yang berkorespondensi satu-satu adalah sama.
b.      Merupakan fungsi dua arah.
v  Jika n(A) = n(B) = 1, maka banyak korespondensi satu-satu yang mungkin = 1
v  Jika n(A) = n(B) = 2, maka banyak korespondensi satu-satu yang mungkin = 2 = 2 x 1
v  Jika n(A) = n(B) = 3, maka banyak korespondensi satu-satu yang mungkin = 6 = 3 x 2 x 1
v  Jika n(A) = n(B) = 4, maka banyak korespondensi satu-satu yang mungkin = 4 x 3 x 2 x 1 = 24
Sifat-sifat fungsi:
a.       Fungsi f:A -> B disebut fungsi into.
Karena ada KODOMAIN yang tidak berpasangan dengan DOMAIN.
b.      Fungsi f:A -> B disebut fungsi injektif.
Karena setiap KODOMAIN berpasangan tepat saatu dengan DOMAIN.
c.       Fungsi f:A -> B disebut fungsi subjektif.
Karena setiap KODOMAIN berpasangan dengan DOMAIN.
d.      Fungsi f:A -> B disebut fungsi bijektif.
Karena sebuah fungsi bersifat injektif sekaligus subjektif (korespondensi satu-satu). Maka jumlah anggota himpunan harus sama n(A) = n(B).

Rabu, 19 Juni 2013

matrix relasi dalam diagram panah, relasi invers



Relasi
Definisi relasi adalah himpunan bagian antara A(domain) dan B (kodomain) atau  relasi yang memasangkan setiap elemen yang ada pada himpunan  A secara tunggal, dengan elemen yang  pada B.

Macam penyajian relasi :
·         Penyajian Relasi dengan Diagram Panah
 
  Misalkan A = {3,4,5} dan B = {2,4}.
Jika kita definisikan relasi R dari A ke B dengan aturan :   (a, b) R jika a faktor prima dari b maka relasi tersebut dapat digambarkan dengan diagram panah berikut ini :
·         Penyajian relasi dengan diagram cartesius
Diagram Kartesius menggunakan pasangan koordinat horisontal-vertikal. Setiap titik mewakili ada tidaknya hubungan A dan B, contoh :
 

·         Penyajian Relasi berupa Pasangan Terurut
     Contoh relasi pada diagram panah dapat dinyatakan dalam bentuk pasangan terurut, yaitu :
             R = {(3, 2), (4, 2), (5, 2), (5, 4)}

·         Penyajian Relasi dengan Tabel
Kolom pertama tabel menyatakan daerah asal, sedangkan kolom kedua menyatakan daerah hasil.
 

·         Penyajian Relasi dengan Matriks   
 Relasi antara A = {a1, a2, …, am} dan B = {b1, b2, …, bn}