Senin, 08 April 2013

Bioteknologi



Bioteknologi Tradisional

Salah satu penerapan bioteknologi secara tradisional adalah dalam pembuatan tempe dari kacang kedelai dengan bantuan jamur rhizopus. Secara tradisional tempe dibuat dengan tahapan sebagai berikut :

1.      Perendaman
Kacang kedelai direndam dalam air mengalir kurang lebih 8 jam agar kulitnya mudah lepas.
2.      Pelepasan Kulit
Tujuannya agar ragi dapat tumbuh dengan baik karena mendapat makanan yang cukup.
3.      Perebusan
Tujuannya agar kedelai lebuh mudah dicerna, mempermudah pertumbuhan ragi, menghilangkan bau dan menambah cita rasa.
4.      Pengeringan
Setelah direbus, kedelai didinginkan dan ditiriskan sampai permukaan menjadi kering agar terhindar dari pertumbuhan mikroba yang tidak dikehendaki.
5.      Pemberian Ragi
Kedelai ditaburi dengan ragi kemudian diaduk-aduk sampai benar-benar rata.
6.      Pembungkusan
Campuran kedelai dan ragi dibungkus dengan daun pisang atau plastic yang berlobang-lobang dalam bentuk dan ukuran tertentu sesuai selera masing-masing.
7.      Pemeraman
Bungkusan-bungkusan tersebut kemudian disimpan pada suhu 30oC selama 24 jam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar